THE AMAZING SPIDER-BOY #jagoan baru yang konyol

Sebenarnya filmnya sudah tidak beredar lagi di bioskop, tapi saya masih teringat2 dengan aksi the new spidey, Andrew Garfield. Jadi gapapa juga kan kalau saya me-review setau saya film yang pernah saya tonton bersama anak2 magang di kantor saya.

Review film versi 21 cineplex :

The Amazing Spider-Man bercerita mengenai Peter Parker (Andrew Garfield), seorang anak SMA biasa yang ditinggal orangtuanya saat masih kecil sehingga ia dirawat oleh pamannya, Ben (Martin Sheen), dan bibinya, May (Sally Field). Seperti remaja kebanyakan, Peter berusaha mencari tahu siapa ia sebenarnya dan bagaimana ia bisa menjadi seperti sekarang ini. Peter juga mencari cara untuk dapat bersama cinta pertamanya, Gwen Stacy (Emma Stone) dan bersama, mereka berjuang dengan cinta, komitmen dan rahasia-rahasia yang ada. Saat Peter menemukan tas misterius kepunyaan ayahnya, ia memulai sebbuah penyelidikan untuk dapat memahami hilangnya orang tua Peter – yang menuntunnya langsung ke Oscorp dan sebuah laboratorium yang dimiliki oleh Dr. Curt Connors (Rhys Ifans), ex-partner sang ayah. Ketika Spider-Man dihadapkan dengan alter-ego Dr. Connors, The Lizard, Peter harus menggunakan kekuatannya dan memulai jalan hidupnya sebagai seorang pahlawan.

Review versi saya (dgn bumbu lebay tentunya) :

Film ini menceritakan tentang awal mula seorang Peter PArker menjadi sosok Spiderman, or shloud i say : “Spiderboy”. Sebab ia bertransformasi form zero to SUPERHERO sejak ia remaja alias ABG Labil. Sebenarnya dalam film-film Spiderman sebelumnya yang dieprankan oleh Tobey MacGuire juga sudah diceritakan awal mulanya Peter Parker menjadi Spiderman, namun di film yang dieprankan oleh bintang muda, Andrew Garfield, diceritakan pula bagimana ayah dan ibunya menitipkannya untuk hidup bersama paman Ben dan bibi May. Ternyata, ayah Peter adalah seorang ilmuwan. Bagi anda penyuka komik Spiderman, tentu sudah tahu fakta itu. Namun kalau anda hanya nonton sekuelnya di bioskop atau dvd bajakan, latar belakang Peter semasa kecil masihlah gelap. Nah, di film ini semuanya agak  menjadi “terang”. Meskipun Andrew memerankan tokoh Spidey dengan karakter yang lebih “gelap/suram” (bahasa inggrisnya darker… mudah2an benar) dan lebih keras ketimbang Tobey, si Spidey Andrew, penuh dengan cinta.

Berbeda dengan Tobey Macguire sebagai Spidey yang sangat dewasa di usia muda, Andrew ini menurut saya cocok banget jadi Spidey ABG. Apalagi dalam film “THe Amazing Spiderman” ini, si Peter Parker dibuat sebagai pahlawan yang manusiawi banget dan kekinian. Meskipun ia punya kekuatan super power, namun Peter juga seorang manusia yang bisa terluka dan kalah dalam pertarungan.

layaknya ABG Amrik, meskipun kutu buku, Peter suka bermain skate board dan membawanya kemana-mana. Gayanya juga tidak seculun Tobey dalam Spidey sebelumnya. Sikap pahlawannya sudah mulai terlihat ketika ia belum bertransformasi menjadi Spiderman. Seperti ketika ia membela temannya sesama kutu buku yang sedang di bully.

Buat saya, ini versi Spidey yang paling masuk akal dan menggambarkan kalo Peter itu anak pintar. Buktinya ia menciptakan sendiri kunci kamar mekanis, ia juga bisa menguraikan rumus rahasia sang ayah, sampai membuat alat yang ditaruh di pergelangan tangannya yang bisa mengeluarkan jaring laba-laba sintesis. Detil semacam ini diperhatikan banget sama Marc Webb sang sutradara. Berbeda dengan Spidey besutan sutradara Sam Raimi dan Tobey Macguire. Kisah cinta yang dihadirkan Marc Webb-pun ceritanya sangat remaja banget.

Dalam film daur ulang Spiderman dengan bintang baru kali ini, diselipkan unsur humor yang membuat filmnya tidak terlalu tegang di tonton. Contohnya saja, adegan Peter yang sedang mengintai The Lizard di kanal bawah tanah, sempat-sempatnya Peter main game di hapenya. adegna yang lain, saat penonton sedang diajak untuk melihat Spiderman yang cool sedang duduk di atas gedung, tiba2 sang bibi menelpon untuk menyuruhnya membeli telur. kontan saja penonton tertawa dibuatnya. Belum lagi tas ransel yang selalu nyangkut di bahunya meskipun Peter sudah mengenakan kostum lengkap Spiderman. hal-hal tersebut, membuat Spidey terlihat sebagai “jagoan Konyol”.

Tapi dari semuanya, film The Amazing Spiderman ini memang “sesuatu” untuk ditonton. Tidak rugi rasanya membayar tiket bioskop (meskipun bisokop murahan dan pas jadwal nomad). Semoga saja, Andrew Garfield bisa sama suksesnya memerankan Spidey dengan pendahulunya, Tobey Macguire. Semoga!!!

1 Komentar (+add yours?)

  1. Nugros C
    Agu 18, 2012 @ 17:33:45

    yup, ane juga lebih suka yg ini daripada versi Raimi…
    Peter-nya lebih “peter” banget….ada momen2 lucunya pula..
    tapi yg aga kurang munkin acttion-nya kali ya…bukan adegan actionnya kurang banyak,tapi penggunaan CGI atau kompuuterisasi di adegan actionnya tuh terlalu kentara ^^

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: